Kamis, 21 Maret 2013

REFLECTION

Diposting oleh Unknown di 21.17


— Aku selalu melakukan hal yang sama berulang-ulang
— Aku selalu hanya membuatmu menangis
— Aku yakin aku pun melukaimu
— Aku masih tak bisa melangkah

— Kenapa ini begitu menyakitkan untuk menyentuhmu?
— Yakinlah ini karena aku takut
— Aku melakukan hal yang sama lagi dan kehilanganmu

— Menarik keluar, aku coba menghapusnya jauh
— Dihari itu ku tak bisa sunguh-sungguh melupakannya
— Kau tak bertanya apapun
— Hanya menggenggam tanganku

— Bila esok perasaanmu menjauh
— Aku akan masih mencintaimu tanpa kegagalan
— Bila esok kau tak bisa melihatku
— Aku akan masih mencintaimu tanpa kegagalan
— Aku kan berjalan bersama, menuju masa depan yang masih belum dijanjikan
— Tetap berjalan bersama, menuju masa depan di mana dirimu

— Ini pun membuatku melupakan masa-masa sulit
— Aku sangat mencintaimu
— Setiap kali ku menghitung malam, aku tak bisa melihatmu
— Hatiku merindukanmu

— Kesepian tumbuh dengan tiap kesalah pahaman
— Tolong jangan menangis sendirian
— Biarkan percaya diri bersama
— Tak peduli seberapa jauh kita terpisah
— Aku ingin tetap tersenyum seperti ini, jangan membuatku melukaimu
— Aku tak ingin mengulangi perasaan itu, mengurangi waktu yang telah berlalu

— Bila esok perasaanmu menjauh
— Aku akan masih mencintaimu tanpa kegagalan
— Bila esok kau tak bisa melihatku
— Aku akan masih mencintaimu tanpa kegagalan

— Tolong lihatlah hanya padaku
— Tolong jangan biarkan pergi dari tanganku

— Aku kan berjalan bersama, menuju masa depan yang masih belum dijanjikan
— Tetap berjalan bersama, menuju masa depan di mana dirimu

---seperti noda hitam mengubur kekosongan
---di mana kegilaan dimulai, hari itu yang berbeda (persaingan jelek)
---terlalu terang karena terlalu banyak mimpi                                                            
---sekarang aku tak bisa merasakan apapun
---padamu yang menyerahkan jiwa pada angan-angan
---terlalu terang sungguh aku juga sama
---sekarang aku hanya menatap waktu
---hei~ apa kau dengar?
---suara hati lenyap menggema dengan berkabut
---dalam akhir dunia yang mulai hancur
---tak ada yang tersisa (kosong)
[my own enemy, there is the need to disturb it now!]
[you own enemy, never miss the eyes! know your enemy yeah~]
---hanya mengungkapkan disini terlalu gelap, tak terlihat apapun
---dalam kekosongan tanpa akhir apa yang terlihat?
---mimpi begitu singkat, saat melenyapkan segala penderitaan
---yang bisa dipercaya hanya diri sendiri
---meski kegelapan yang dalam nampak
---hei~ jangan lupa cahaya yang lebih dulu tercermin di mata itu
---kebenaran hanya satu kan?
---diam-diam alasanku terabaikan
---aku bermimpi yang bergantung hanya padamu
---menyusun kata kata yang biasa
---bisa mengisi celah dengan mudah ya?
---aku lelah dengan hal hal kita saling memaafkan
---sampai kapanpun tidak akan berubah... kebohongonmu
---mengapa aku mengulang diriku lagi?
---aku menghilangkan satu kata kata lagi untuk kebiasaanku membuatmu sedih
---sekalipun hanya aku alasan air mata itu, mengapa aku merusaknya?
---aku menapaki lantai dengan tertunduk, tak bisa menghindar menatap mata ini
---belum suara bertanya, aku tetap masih memeluk lutut
[Why do I repeat my selfagain]
---suatu hari kau pernah mengatakan merasa bisa melihat akhir
---sedikit demi sedikit menghilang.. senyumanmu yang tak pernah berubah
---sedikit demi sedikit menjauh.. hati yang kurasa bisa ku sentuh
---begitulah kesedihan.. sepertinya lebih baik aku tak bisa mendengarnya
---seakan kehancuran tak kan berakhir
---seakan menutup telinga perlahan
---bekas melukai pasti akan terluka---
---kesalahan yang tak terhitung aku menginginkanmu---
---seharusnya sekarang bertemu saling memandang---
---kebohongan kecil mengubur hari hari seakan menghindari keraguan---
---kita kehilangan arti hatiku mengetahuinya---
---pengorbanan musim dingin yang ke dua kali---
---kau tak menampakan dirimu tersesat di hari esok---
---suaramu mengeras menangis---
---aku tak bisa lagi mencari kata-kata---
---mengumpulkan air mata yang menetes---
---diselimuti dalam kesepian, hanya hari hari membasahi---
---cinta menginginkan cahaya terulang lagi, membakar terlalu dalam---
---merasakan suara yang tak berdusta aah.. Yang pasti berada di sampingmu---
---mencintaimu seperti itu aku sudah tak butuh, hanya ingin selalu berada di sampingmu---
---tanpa suara bujukan darimu, aku ingin pergi pecah menjadi kepingan kepingan kecil---
---dan yang terkecil kata kata terakhir yang ditujukan padamu.(jangan lepaskan!) Lengan itu menata bentuk mimpi yang sama, meninggalkan kita berdua---
---kebohongan kecil itu berubah bentuk---
---menghancurkan nafasnya yang putih---
---menghilang seakan melupakan arti---
---sudah berapa kali hati ini terpotong potong---
---selamat tinggal dari sini aku mulai berjalan meninggalkanmu---
---aku tak akan kehilangan jejak lagi untuk yang kedua kalinya---
---seakan saling memastikan kepastian cinta kita berdua---
---karena melihat kesedihan, esok hari kita berdua menghilang, berakhir lagi---
---jangan menangis lagi.. bernyanyilah!---
---segalanya terlewati, seperti perubahan musim—
---kita berdua akan segera berpisah dengan kesedihan, juga malam yang berkabut---
---jangan lupa hal yang tak akan berakhir---
---kita berdua berada dalam mimpi---

[ REPOST ]
By: RaySaena

0 komentar:

Posting Komentar

 

SEKAR WIDA AYU GRAITA Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos